EFEK DAUN JATUH

Kamis, 26 Mei 2016

PEMBUATAN INDIKATOR CAIR BUNGA

Pada pembuatan indikator cair bunga dicuci dengan air mengalir agar bersih juga dimaksudkan agar pigmen warna bunga tidak ikut larut dalam air. Bunga yang sudah dicuci kemudian dipotong kecil-kecil untuk memperluas permukaan bunga sehingga proses pelarutan bunga lebih efektif. Semakin luas permukaan bunga maka semakin banyak pigmen warna bunga yang larut pada proses pelarutan. Pada proses pemotongan bunga tidak dicincang melainkan dipotong kecil-kecil. Setelah bunga dipotong selanjutnya bunga dikeringkan dalam oven untuk mengurangi kadar air yang terkandung. Pengovenan dilakukan pada suhu 50ºC selama 15 menit. Pada suhu tersebut, pigmen bunga tidak berubah sehingga ketika dilarutkan akan menghasilkan warna yang mudah diamati. Apabila pengeringan dilakukan pada suhu lebih besar dari 50ºC maka warna bunga akan berubah karena karakteristik warna bunga awal hilang. Bunga yang sudah kering dimasukkan dalam stoples dan ditambahkan alkohol 70% sampai ± 0,5 cm di atas bunga lalu didiamkan semalam agar pigmen warna bunga larut dalam alkohol. Alkohol 70% sebenarnya merupakan etanol, yang dipilih sebagai pelarut selain dilihat dari sifat polarnya juga dilihat dari aspek ekonomisnya. Etanol lebih mudah didapatkan dan harganya lebih murah dibandingkan dengan jenis alkohol lainnya. Penggunaan pelarut untuk melarutkan bunga digunakan secukupnya karena apabila berlebihan maka larutan yang dihasilkan akan menjadi encer sehingga menyebabkan produk yang dihasilkan kurang baik. Setelah semalam, larutan disaring untuk mendapatkan filtratnya yaitu ekstrak bunga. Ekstrak bunga tersebut merupakan indikator cair. Kemudian indikator cair dituangkan dalam stoples lain dan disimpan dalam kulkas sampai akan digunakan. Cara penggunaan indikator cair yaitu meneteskan indikator tersebut pada larutan yang akan diuji pHnya. Larutan akan memberikan perubahan warna yang kemudian perubahan warna tersebut dicocokkan dengan warna pada trayek pH indikator tersebut. Masing-masing warna pada trayek pH memiliki pH yang berbeda setiap warnanya. Warna larutan yang sama dengan warna pada trayek pH menunjukkan bahwa pH larutan sama dengan pH pada trayek pH indikator tersebut.
pembuatan indikator alami dari kunyit
·         Parut kunyit yang telah dibersihkan
·         Saring ekstrak kunyit dengan alkohol menggunakan kain ke dalam mangkok kecil
·         Teteskan ekstrak kunyit ke dalam:
– Air suling (netral)
– Larutan cuka (asam)
– Air kapur (basa)
·         Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari kunyit, akan memberikan warna kuning tua ketika dilarutkan dalam larutan asam, memberikan warna jingga di dalam larutan basa dan memberikan warna kuning terang pada larutan netral.


indikator alami dari kol merah

Cara pembuatan indikator alami dari kol merah
·         Haluskan sejumlah kol merah yang masih segar
·         Rebus selama 10 menit
·         Biarkan air kol merah menjadi dingin
·         Saring dalam stoples besar
·         Teteskan ekstrak kol merah ke dalam:
 Air suling (netral)
 Larutan cuka (asam)
 Air kapur (basa)
·         Catat hasil perubahan warna yang terjadi

Indikator asam-basa dari kol merah akan berubah warna menjadi merah muda bila dicelupkan ke dalam larutan asam, menjadi hijau dalam larutan basa, dan tidak berwarna pada larutan netral.

indikator alami dari bunga sepatu

Cara pembuatan indikator alami dari bunga sepatu
  • Pilihlah beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dari bunga sepatu.
  • Gerus dalam lumpang dengan sedikit air.
  • Saring ekstrak mahkota bunga merah tersebut.
  • Teteskan ekstrak mahkota bunga ke dalam:

 Air suling (netral)
 Larutan cuka (asam)
 Air kapur (basa)
Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari bunga sepatu, ketika didalam larutan asam akan memberikan warna merah,
di dalam larutan basa akan memberikan warna hijau dan pada larutan netral tidak berwarna.

Rabu, 25 Mei 2016

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia

Kelas                           : VII
Kompetensi Inti          : 3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural)                                                         berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan,   
                                         teknologi,   seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
Kompetensi Dasar       : 3.5 Memahami karakteristik zat, serta perubahan fisika dan kimia pada   
                                           zat yang dapat dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari
Tujuan Percobaan        :  Siswa mampu membedakan perubahan fisika dan perubahan kimia  
                                     dengan   benar setelah melakukan  percobaan sederhana.

Dasar Teori
Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang. Materi dapat berubah menjadi materi yang lainnya baik secara fisika maupun kimia. Perubahan fisika merupakan perubahan materi menjadi materi yang lain tetapi tidak berubah susunannya secara kimia. Sedangkan perubahan kimia adalah perubahan materi menjadi zat baru yang didak akan bisa dikembalikan menjadi materi semula (secara stuktur kimia).
Perubahan materi secara fisika mencakup perubahan wujud zat (membeku, mencair, menguap dan sebagainya), pelarutan dan lainnya. Sedangkan perubahan kimia mencakup reaksi-reaksi kimia yang ditandai  dengan pembentukan endapan, timbulnya gas, perubahan warna, serta timbulnya bau.

Alat dan Bahan
Alat                 : 1.    Botol bekas You-C 1000                                   4.   Mortar
2.      Balon Karet                                             5.   Termometer
3.      Sendok makan
Bahan              : 1.    Air                                                          4.   Cuka dapur
2.      Es batu                                                     5.   Cangkang telur
3.      Garam dapur                                            6.   Soda kue

Prosedur Percobaan
A.    Perubahan Fisika
1.      Masukkan sekitar 100 mL air ke dalam gelas. Catat suhunya dan amati apa yang terjadi pada dinding luar gelas.
2.      Tambahkan 4 bongkahan kecil es batu. Biarkan selama 5 menit. Catat suhunya dan amati apa yang terjadi pada dinding luar gelas.
3.      Tambahkan 6 bongkahan  es batu dan 3 sendok makan garam dapur. Aduk perlahan-lahan selama 10 menit. Catat suhunya dan amati apa yang terjadi pada dinding luar gelas.
4.      Catat hasil pengamatan pada lembar kegiatan.





B.     Perubahan Kimia
1.      Reaksi antara cangkang telur dengan cuka dapur
a.    Masukkan sekitar 25 mL cuka dapur ke dalam botol bekas You-C 1000.
b.    Gerus cangkang telur menjadi butiran/serpihan kecil .
c.    Masukkan setengah sendok makan cangkang telur yang sudah dihaluskan ke dalam balon karet.
d.   Pasang balon karet ke mulut botol.
e.    Jatuhkan cangkang telur dari balon karet ke dalam larutan cuka dapur.
f.     Biarkan beberapa saat dan amati apa yang terjadi.
g.    Catat hasil pengamatan pada lembar kegiatan.

  1. Reaksi antara soda kue dengan cuka dapur
a.    Masukkan sekitar 25 mL cuka dapur ke dalam botol bekas You-C 1000.
b.    Masukkan setengah sendok makan soda kue ke dalam balon karet.
c.    Pasang balon karet ke mulut botol.
d.   Jatuhkan soda kue dari balon karet ke dalam larutan cuka dapur.
e.    Biarkan beberapa saat dan amati apa yang terjadi.
f.     Catat hasil pengamatan pada lembar kegiatan.

Data Pengamatan
A.      Perubahan Fisika

Suhu (oC)
Hasil pengamatan
Air



Air + es batu



Air + es batu + garam dapur




B.       Perubahan Kimia

Hasil Pengamatan
1.      Cangkang telur + cuka dapur


2.      Soda kue + cuka dapur



Pertanyaan
1.      Mengapa ketika garam dapur ditambahkan ke air akan dapat membekukan titik-titik air di luar gelas?
2.      Perkirakan gas yang dihasilkan ketika cuka dapur bereaksi dengan cangkang telur dan soda kue? Tuliskan reaksi kimianya!

Kesimpulan
                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                   

Percobaan tegangan permukaan air
Tujuan : untuk mengetahui perubahan tegangan permukaan yang terjadi pada air
Alat dan bahan :
1.     Merica
2.    Piring datar
3.    Air
4.    Sabun cream
5.    Cotton bath
Prosedur kerja :
1.     Masukkan sedikit air pada piring
2.    Taburkan merica bubuk di atasnya secara merata
3.    Ambil sabun cream dengan menggunakan cotton bath
4.    Sentuhlah bagian tengah merica dengan cotton yang telah diberi sabun cream
5.    Amati apa yang terjadi pada merica
Pembahasan :
Kenapa bubuk merica yang awalnya merata setelah disentuhkan cotton bath yang diberi sabun cream memisah?
Jawab :
Karena adanya perubahan tegangan permukaan air ketika cotton bath yang sudah diberi sabun cream disentuhkan ke dalam air merica maka tegangan permukaan air menurun sehingga air menyebar dan membawa bubuk merica ke tepi piring


PERCOBAAN RESONANSI BUNYI DENGAN GELAS PIALA

1.  PERCOBAAN RESONANSI BUNYI DENGAN GELAS PIALA
Tujuan : untuk mengetahui resonansi suatu benda
Alat dan bahan :
1.     Gelas piala
2.    Air
Prosedur kerja :
1.     Memasukkan air kedalam gelas
2.    Masukkan jari kedalam gelas yang berisi air
3.    Gosoklah bibir gelas dengan jari dengan gerakan memutar dan perlahan

5.PERCOBAAN SEDOTAN YANG DITIUP
Tujuan : mengetahui pengaruh panjang pendek penampang sedotan terhadap tinggi rendahnya  nada
Alat dan bahan :
1.     Gunting
2.    Sedotan
Prosedur kerja :
1.     Potonglah ujung sedotan membentuk segitiga dengan 3 ukuran
2.    Tiuplah masing – masing sedotan dan amati perbedaan tinggi nadanya



Pembahasan :
Semakin pendek sedotan maka semakin tinggi nada yang dihasilkan

6.PRINSIP SENAPAN
Tujuannya : untuk mengetahui kuatnya tekanan
Alat dan bahan :
1.     Cotton bath
2.    Sedotan
3.    Gunting
Prosedur kerja :
1.     Potonglah sedotan dengan 3 perbandingan pendek, sedang dan panjang
2.    Potonglah cotton bath sebesar lobang sedotan
3.    Masukkan cotton bath yang telah dipotong kedalam sedotan
4.    Tiuplah sedotan dengan 3 ukuran yang berbeda
5.    Bandingkan kuatnya tekanan pada cotton bath

Pembahasan :

Semakin panjang sedotan maka semakin  jangkauan cotton bath semakin jauh karena tekanan udara yang mendorong cotton bath semakin besar