EFEK DAUN JATUH

Rabu, 25 Mei 2016

RPP SUHU DAN PERUBAHANNYA

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah                                    :  Sekolah Menengah Pertama
Mata Pelajaran                         :  IPA
Kelas/Semester                         :  VII/1
Materi Pembelajaran               : Suhu dan perubahannya
Alokasi Waktu                         :  2 JP X 40 menit (1 TM)

A.  Kompetensi Inti (KI)
KI 1.    Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2.     Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI 3.     Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI 4.    Mencoba, mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B.  Kompetensi Dasar
3.4. Memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk  mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada manusia dan hewan.
4.4 Melakukan percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan wujud benda serta perpindahan kalor.
C.  Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.1. Menyajikan hasil pengamatan melalui inferensi tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.2. Mengkomunikasikan hasil penyelidikan tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.1. Mendeskripsikan pengertian suhu benda.
3.4.2. Menjelaskan perbedaan pengukuran suhu secara kualitatif dan kuantitatif.
.

D.  Materi Pembelajaran
1.  Materi Reguler
Materi pembelajaran reguler ini pada terdiri dari dua materi pokok.
A.    Bagaimana mengetahui suhu benda
B.     Pengukuran Sebagai Bagian dari Pengamatan
Suhu sebuah benda adalah tingkat (derajat) panas suatu benda. Benda yang panas mempunyai derajat panas lebih tinggi daripada bend yang dingin. Hasil kegiatan penyelidikanmu menunjukkan bahwa indra perasa memang dapat merasakan tingkat panas benda. Akan tetapi, indra perasa bukan pengukur tingkat panas yang andal. Benda yang tingkat panasnya sama dirasakan berbeda oleh tangan kanan dan kirimu. Jadi, suhu benda yang diukur dengan indra perasa menghasilkan ukuran suhu kualitatif yang tidak dapat dipakai sebagai acuan. Suhu harus diukur secara kuantitatif dengan alat ukur suhu yang disebut termometer.
1.  Jenis-Jenis Termometer
a.  Termometer Zat Cair; (1) Termometer laboratorium, bentuknya panjang dengan skala dari -10°C sampai 110°C menggunakan raksa. (2) Termometer suhu badan, termometer            ini        digunakan            untuk   mengukur        suhu badan manusia. Skala yang ditulis antara 35oC dan 42oC. Pipa di bagian bawah dekat labu dibuat sempit sehingga pengukuran lebih teliti akibat raksa tidak segera turun ke labu/reservoir. b.  Termometer Bimetal, c.  Termometer Kristal Cair.
2.  Materi Pengayaan
Materi pengayaan terdiri dari konsep suhu dan perubahannya. Perubahan suhu juga terjadi pada proses fermentasi, misalnya pada proses pembuatan tape. Pada proses tersebut, bakteri mengubah glukosa menjadi alkohol dan karbon dioksida. Proses fermentasi menyebabkan terjadinya perubahan suhu. Suhu terbaik untuk melakukan proses fermentasi adalah 35°C–40°C.
Binatang yang hidup di daerah dingin pada umumnya berbulu tebal. Bulu yang tebal tersebut menjaga tubuh tetap hangat. Unta mempunyai punuk yang berfungsi untuk menyimpan air sehingga tahan untuk tidak minum selama berhari-hari dan menjaga agar suhu tubuh tidak panas.  Jenis tanaman  di pantai berbeda dengan jenis taman di gunung karena suhu di pantai lebih tinggi daripada suhu di puncak gunung.
3.  Materi Remedial
Materi  remedial merupakan materi reguler.  Materi ini diberikan kepada peserta didik yang belum mencapai  ketuntasan  belajar. Materi yang diberikan disesuaikan dengan bagian materi yang belum dikuasai oleh peserta didik pada indikator-indikator  pencapaian kompetensi tertentu  dan   menggunakan strategi/metode yang berbeda  dengan pembelajaran sebelumnya (reguler). Materi pembelajaran reguler dan pengayaan selengkapnya terdapat pada Lampiran RP
E.  Kegiatan Pembelajaran
Bagaimana mengetahui suhu benda
Kegiatan
Langkah-langkah model : Pembelajaran Berbasis Masalah
Deskripsi kegiatan
Alokasi waktu


Pendahuluan
FASE 1
Orientasi peserta didik pada masalah.
Sumber: Dok. Kemdikbud
Sumber: www tribunews com









FASE 2 .
Mengorganisasi peserta  didik dalam belajar.


Kegiatan Pendahuluan pembelajaran :
3.4.1. Menyajikan hasil pengamatan melalui inferensi tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.2. Mengkomonikasikan hasil penyelidikan tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.1. Mendeskripsikan(narasi) pengertian suhu benda.
3.4.2. Menjelaskan perbedaan pengukuran suhu secara kualitatif dan kuantitatif.
Menunjukkan kepada peserta didik sebuah foto/gambar
  
Amatila foto-foto di atas. Tuliskan ide sebanyak-banyaknya, apakah yang dapat kamu katakan, mengapa anak tersebut tidur di dalam kulkas, dan mengapa orang hutan memeluk dirinya sendiri?
Indra perasa dapat merasakan panas dan dingin. Namun, apakah indra perasa merupakan pengukur panas atau dingin yang handal?
Membentuk kelompok siswa, masing-masing kelompok terdiri atas 4 atau 5 anggota
Menyiapkan bahan dan alat yang akan digunakan dalam kegiatan ayo kita lakukan  (Buku siswa halaman 26)
15 menit
Inti
FASE 3.
 Membimbing penyelidikan peserta didik secara mandiri maupun kelompok.


























FASE 4.
Mengembangkan dan  menyajikan hasil karya



FASE 5.
Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah

 Ayo kita lakukan :

3 (tiga) buah ember atau bejana yang masing–masing diisi air hangat, air biasa, dan air es.
1.  Letakkan ketiga ember tersebut di lantai atau meja!
2.  Celupkan tangan kananmu di ember berisi air hangat dan tangan kirimu di ember yang berisi air es! Rasakan tingkat panas air itu pada tanganmu!
3.  Setelah beberapa saat, segera celupkan kedua tanganmu ke ember yang berisi air biasa! Rasakan tingkat panas air itu pada tanganmu!
4.  Ulangi kegiatan langkah nomor 2 dan 3 oleh teman lainnya!
Ø  Bagaimanakah hasil pengindraan terhadap air biasa oleh tangan kanan dan tangan kirimu?
Ø  Jika untuk benda yang sama, ternyata tingkat panas yang dirasakan berbeda antara tangan kanan dan tangan kirimu.
Ø  Apakah indra perasaanmu dapat diandalkan sebagai pengukur tingkat panas benda?
5.  Ulangi Kegiatan diatas dengan menggunakan Thermometer.
* Bagaimanakah perubahan skala pada termometer ketika dimasukkan ke dalam ketiga ember yang berbeda?

Diskusikan dengan teman-temanmu.
Peserta didik mengumpulkan informasi untuk membangun ide mereka sendiri dalam memecahkan masalah  tentang  “Pengukuran Suhu menggunakan indra perasa”.  Peserta didik berdiskusi dalam  kelompok mencari solusi terkait dengan masalah yang telah diidentifikasi. Guru membagikan Lembar Kerja berbentuk table data mengukur tiga buah ember. Peserta didik melakukan penyelidikan melalui  Lembar  Kerja. Guru membimbing penyelidikan yang dilakukan peserta didik.
Peserta didik mencatat data hasil penyelidikan  kelompok  dalam Lembar Kerja, mengolah data yang diperoleh dari kelompoknya, menjawab pertanyaan pada Lembar Kerja, dan  menyajikan hasil pengolahan data dalam bentuk laporan tertulis.
Peserta didik  dan guru  mengevaluasi  hasil penyelidikan  melalui diskusi kelas. Peserta didik  dibimbing guru  menganalisis hasil  pemecahan masalah tentang “Pengukuran suhu menggunakan indra perasa”. Peserta diharapkan menggunakan buku  sumber untuk  membantu mengevaluasi hasil diskusi.  Selanjutnya peserta didik diminta  mempresentasikan  hasil  penyelidikan  dan  diskusi  di depan kelas; dilanjutkan dengan penyamaan persepsi. Kelompok peserta didik yang berhasil memecahkan permasalahan diberi pengahargaan. Guru melakukan evaluasi hasil belajar mengenai materi yang telah dipelajari peserta didik (dapat menggunakan  paper and pencil test atau authentic assessment).
90 menit
Penutup
1.    Mengajak pesrta didik untuk merefleksi



2.    Membimbing peserta didik


3.    Informasi pertemuan selanjutnya

Bagaimana pelajaran kita hari ini ? Apakah menarik atau menyulitkan? Kalau menarik coba beri penjelasan, demikian juga kalau tidak menarik? Apakah yang kita peroleh dari pembelajaran hari ini?, Apakah masih ada pendapatmu yang lain?
 Ketika kamu akan melaporkan hasil pengamatan, buatlah laporan tertulis di kertas dabel folio dan jangan lupa membuat tabelnya.                 
Untuk pertemuan kita selanjutnya, kita akan mempelajari materi tentang  Perubahan benda akibat suhu.
15 menit

F. Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan
1.        Teknik Penilaian:
a.         Pengetahuan
1.  Tes Tertulis

b.      Keterampilan
1)      Kinerja

2.      Instrumen Penilaian
a.    Pertemuan Pertama (Butir Soal Terlampir, Lampiran 2)
3.       Penilaian Pembelajaran Remedial
4.       Pembelajaran Pengayaan
G.    Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1.         Media
a.    Benda atau gambar dan foto
b.   Benda atau gambar alat ukur
2.         Alat/bahan
a.    Alat
Nama Alat/bahan
Spesifikasi
Jumlah
  1. Gelas
300 cc
3 buah
  1. Air biasa
200 cc
1 ember
  1. Air es
200 cc
1 ember
  1. Air panas
200 cc
1 ember
  1. thermometer
Thermometer celcius
4        buah

F.      Sumber Belajar

c.    Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (Hal 1-31).



LAMPIRAN 1:
LAMPIRAN 2
Lembar Kegiatan Siswa 1

A.   Topik/Sub Topik                   :   Suhu dan perubahannya
B.  Tujuan Pengamatan                :   Mengukur suhu benda
Membandingkan pengukuran suhu secara kualitatif dan kuantitatif
C.  Alat dan bahan                        : 
Nama Alat/bahan
Spesifikasi
Jumlah
2.   Gelas
300 cc
3 buah
2)   Air biasa
200 cc
1 gelas
3)   Air es
200 cc
1 gelas
4)   Air panas
200 cc
1 gelas
5)   thermometer
Thermometer celcius
5 buah

D.   Langkah – langkah               :
1.      Buatlah kelompok dengan jumlah anggota 4 atau 5 siswa.
2.      Sediakan 3 (tiga) buah ember atau bejana yang masing–masing diisi air hangat, air biasa, dan air es.
 3.   Letakkan ketiga ember tersebut di lantai atau meja!
 4.  Celupkan tangan kananmu di ember berisi air hangat dan tangan kirimu di ember yang berisi air es! Rasakan tingkat panas air itu pada tanganmu!
 5. Setelah beberapa saat, segera celupkan kedua tanganmu ke ember yang berisi air biasa! Rasakan tingkat panas air itu pada tanganmu!
 6.  Ulangi  Kegiatan diatas dengan menggunakan Thermometer
 7.  Catat data hasil pengamatan pada kolom yang tersedia pada LKS
Data pengamatan
Bahan
Dengan Tangan
Dengan Termometer
Air hangat
……………………………
……………………………
Air biasa
……………………………
……………………………
Air es
……………………………
……………………………

1. Bagaimanakah hasil pengindraan terhadap air biasa oleh tangan kanan dan tangan kirimu?
    ……….………………………………………………………………………………………
    ……….………………………………………………………………………………………
2.  Jika untuk benda yang sama, ternyata tingkat panas yang dirasakan berbeda antara tangan kanan dan tangan kirimu
    ……….………………………………………………………………………………………
   ……….………………………………………………………………………………………
3.  Apakah indra perasaanmu dapat diandalkan sebagai pengukur tingkat panas benda?
……….………………………………………………………………………………………
……….………………………………………………………………………………………
4        Bagaimanakah perubahan skala pada termometer ketika dimasukkan ke dalam ketiga ember yang berbeda?
……………………………….………………………………………………………………
……….………………………………………………………………………………………
F.    Kesimpulan  :
        Dengan memperhatikan hasil percobaan pada tabel , dapat disimpulkan bahwa :
1.      Suhu merupakan………………………………………………………………………………
2.      Pengukuran suhu menggunakan alat………………………………………………………….
3.      Pengukuran suhu secara kuantitatif (menggunakan alat) menunjukkan hasil yang lebih…………….. dibandingkan pengukuran secara kualitatif (tanpa alat ukur)………………………………..



 [d1]Apakah buku guru ini juga menjadi sumber belajar bagi siswa?
Saya setuju buku guru dicantumkan bila yang dikehendaki dalam RPP adalah daftar referensi, tetapi yang dikehendaki dalam RPP adalah sumber belajar. Menurut saya segala sesuatu yang memuat pesan instruksional, baik buku, fakta maupun fenomena alam maka dapat dikategorikan sebagai sumber belajar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar