RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
Sekolah
:
Sekolah Menengah Pertama
Mata
Pelajaran : IPA
Kelas/Semester
: VII/1
Materi
Pembelajaran : Suhu dan
perubahannya
Alokasi
Waktu : 2 JP
X 40 menit (1 TM)
A. Kompetensi Inti (KI)
KI
1. Menghargai
dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI
2. Menghargai dan menghayati perilaku jujur,
disiplin, tanggungjawab, peduli (toleransi, gotong royong), santun, percaya
diri, dalam berinteraksi secara efektif dengan lingkungan sosial dan alam dalam
jangkauan pergaulan dan keberadaannya
KI
3. Memahami pengetahuan (faktual, konseptual, dan
prosedural) berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi,
seni, budaya terkait fenomena dan kejadian tampak mata
KI
4. Mencoba,
mengolah, dan menyaji dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari di sekolah dan sumber
lain yang sama dalam sudut pandang/teori
B. Kompetensi Dasar
3.4. Memahami konsep suhu, pemuaian, kalor, perpindahan kalor, dan
penerapannya dalam kehidupan sehari-hari termasuk mekanisme menjaga kestabilan suhu tubuh pada
manusia dan hewan.
4.4 Melakukan
percobaan untuk menyelidiki pengaruh kalor terhadap suhu dan
wujud benda serta perpindahan kalor.
C. Indikator Pencapaian Kompetensi
3.4.1. Menyajikan hasil pengamatan
melalui inferensi tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.2. Mengkomunikasikan hasil
penyelidikan tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.1. Mendeskripsikan pengertian suhu
benda.
3.4.2. Menjelaskan perbedaan pengukuran
suhu secara kualitatif dan kuantitatif.
.
D. Materi Pembelajaran
1. Materi Reguler
Materi
pembelajaran reguler ini pada terdiri dari dua materi pokok.
A.
Bagaimana
mengetahui suhu benda
B.
Pengukuran
Sebagai Bagian dari Pengamatan
Suhu
sebuah benda adalah tingkat (derajat) panas suatu benda. Benda yang panas
mempunyai derajat panas lebih tinggi daripada bend yang dingin. Hasil kegiatan
penyelidikanmu menunjukkan bahwa indra perasa memang dapat merasakan tingkat
panas benda. Akan tetapi, indra perasa bukan pengukur tingkat panas yang andal.
Benda yang tingkat panasnya sama dirasakan berbeda oleh tangan kanan dan
kirimu. Jadi, suhu benda yang diukur dengan indra perasa menghasilkan ukuran
suhu kualitatif yang tidak dapat dipakai sebagai acuan. Suhu harus diukur
secara kuantitatif dengan alat ukur suhu yang disebut termometer.
1. Jenis-Jenis Termometer
a. Termometer Zat Cair; (1) Termometer laboratorium,
bentuknya panjang dengan skala dari -10°C sampai 110°C menggunakan raksa.
(2) Termometer
suhu badan, termometer ini digunakan untuk mengukur suhu badan manusia. Skala yang ditulis
antara 35oC dan 42oC. Pipa di bagian bawah dekat labu dibuat sempit sehingga pengukuran
lebih teliti akibat raksa tidak segera turun ke labu/reservoir. b. Termometer Bimetal, c. Termometer Kristal Cair.
2. Materi Pengayaan
Materi
pengayaan terdiri dari konsep suhu dan perubahannya. Perubahan
suhu juga terjadi pada proses fermentasi, misalnya pada proses pembuatan tape.
Pada proses tersebut, bakteri mengubah glukosa menjadi alkohol dan karbon
dioksida. Proses fermentasi menyebabkan terjadinya perubahan suhu. Suhu terbaik
untuk melakukan proses fermentasi adalah 35°C–40°C.
Binatang
yang hidup di daerah dingin pada umumnya berbulu tebal. Bulu yang tebal tersebut
menjaga tubuh tetap hangat. Unta mempunyai punuk yang berfungsi untuk menyimpan
air sehingga tahan untuk tidak minum selama berhari-hari dan menjaga agar suhu
tubuh tidak panas. Jenis tanaman di pantai berbeda dengan jenis taman di gunung
karena suhu di pantai lebih tinggi daripada suhu di puncak gunung.
3. Materi Remedial
Materi remedial merupakan materi reguler. Materi ini diberikan kepada peserta didik
yang belum mencapai ketuntasan belajar. Materi yang diberikan disesuaikan
dengan bagian materi yang belum dikuasai oleh peserta didik pada indikator-indikator pencapaian kompetensi tertentu dan menggunakan strategi/metode yang berbeda dengan pembelajaran sebelumnya (reguler). Materi
pembelajaran reguler dan pengayaan selengkapnya terdapat pada Lampiran RP
E.
Kegiatan Pembelajaran
Bagaimana
mengetahui suhu benda
|
Kegiatan
|
Langkah-langkah
model : Pembelajaran Berbasis Masalah
|
Deskripsi
kegiatan
|
Alokasi waktu
|
|
Pendahuluan
|
FASE
1
Orientasi
peserta didik pada masalah.
Sumber:
Dok. Kemdikbud
Sumber:
www tribunews com
Sumber:
www.thecompletepatient.com
FASE 2 .
Mengorganisasi
peserta didik dalam belajar.
|
Kegiatan
Pendahuluan pembelajaran :
3.4.1. Menyajikan hasil pengamatan
melalui inferensi tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.2. Mengkomonikasikan hasil
penyelidikan tentang fungsi perasa sebagai pengukur suhu.
3.4.1. Mendeskripsikan(narasi)
pengertian suhu benda.
3.4.2. Menjelaskan perbedaan
pengukuran suhu secara kualitatif dan kuantitatif.
Menunjukkan
kepada peserta didik sebuah foto/gambar
Amatila
foto-foto di atas. Tuliskan ide sebanyak-banyaknya, apakah yang dapat kamu
katakan, mengapa anak tersebut tidur di dalam kulkas, dan mengapa orang hutan
memeluk dirinya sendiri?
Indra
perasa dapat merasakan panas dan dingin. Namun, apakah indra perasa merupakan
pengukur panas atau dingin yang handal?
Membentuk
kelompok siswa, masing-masing kelompok terdiri atas 4 atau 5 anggota
Menyiapkan
bahan dan alat yang akan digunakan dalam kegiatan ayo kita lakukan (Buku siswa halaman 26)
|
15 menit
|
|
Inti
|
FASE 3.
Membimbing penyelidikan peserta didik secara
mandiri maupun kelompok.
FASE 4.
Mengembangkan
dan menyajikan hasil karya
FASE 5.
Menganalisis dan
mengevaluasi proses pemecahan masalah
|
Ayo kita lakukan :
3
(tiga) buah ember atau bejana yang masing–masing diisi air hangat, air biasa,
dan air es.
1. Letakkan ketiga ember tersebut di lantai
atau meja!
2. Celupkan tangan kananmu di ember berisi air
hangat dan tangan kirimu di ember yang berisi air es! Rasakan tingkat panas
air itu pada tanganmu!
3. Setelah beberapa saat, segera celupkan
kedua tanganmu ke ember yang berisi air biasa! Rasakan tingkat panas air itu
pada tanganmu!
4. Ulangi kegiatan langkah nomor 2 dan 3 oleh teman
lainnya!
Ø Bagaimanakah
hasil pengindraan terhadap air biasa oleh tangan kanan dan tangan kirimu?
Ø Jika untuk
benda yang sama, ternyata tingkat panas yang dirasakan berbeda antara tangan
kanan dan tangan kirimu.
Ø Apakah indra
perasaanmu dapat diandalkan sebagai pengukur tingkat panas benda?
5. Ulangi Kegiatan diatas dengan menggunakan Thermometer.
*
Bagaimanakah perubahan skala pada termometer ketika dimasukkan ke dalam
ketiga ember yang berbeda?
Diskusikan
dengan teman-temanmu.
Peserta
didik mengumpulkan informasi untuk membangun ide mereka sendiri dalam memecahkan
masalah tentang “Pengukuran Suhu menggunakan indra perasa”. Peserta didik berdiskusi dalam kelompok mencari solusi terkait dengan masalah
yang telah diidentifikasi. Guru membagikan Lembar Kerja berbentuk table data
mengukur tiga buah ember. Peserta didik melakukan penyelidikan melalui Lembar
Kerja. Guru membimbing penyelidikan yang dilakukan peserta didik.
Peserta
didik mencatat data hasil penyelidikan
kelompok dalam Lembar Kerja, mengolah
data yang diperoleh dari kelompoknya, menjawab pertanyaan pada Lembar Kerja,
dan menyajikan hasil pengolahan data
dalam bentuk laporan tertulis.
Peserta
didik dan guru mengevaluasi hasil penyelidikan melalui diskusi kelas. Peserta didik dibimbing guru menganalisis hasil pemecahan masalah tentang “Pengukuran suhu
menggunakan indra perasa”. Peserta diharapkan menggunakan buku sumber untuk membantu mengevaluasi hasil diskusi. Selanjutnya peserta didik diminta mempresentasikan hasil
penyelidikan dan diskusi
di depan kelas; dilanjutkan dengan penyamaan persepsi. Kelompok peserta
didik yang berhasil memecahkan permasalahan diberi pengahargaan. Guru
melakukan evaluasi hasil belajar mengenai materi yang telah dipelajari
peserta didik (dapat menggunakan paper
and pencil test atau authentic assessment).
|
90 menit
|
|
Penutup
|
1. Mengajak
pesrta didik untuk merefleksi
2. Membimbing
peserta didik
3. Informasi
pertemuan selanjutnya
|
Bagaimana pelajaran
kita hari ini ? Apakah menarik atau menyulitkan? Kalau menarik coba beri
penjelasan, demikian juga kalau tidak menarik? Apakah yang kita peroleh dari
pembelajaran hari ini?, Apakah masih ada pendapatmu yang lain?
Ketika kamu akan melaporkan hasil
pengamatan, buatlah laporan tertulis di kertas dabel folio dan jangan lupa
membuat tabelnya.
Untuk pertemuan kita
selanjutnya, kita akan mempelajari materi tentang Perubahan benda akibat suhu.
|
15 menit
|
F. Penilaian, Pembelajaran Remedial, dan Pengayaan
1.
Teknik Penilaian:
a.
Pengetahuan
1.
Tes
Tertulis
b. Keterampilan
1)
Kinerja
2.
Instrumen
Penilaian
a. Pertemuan Pertama (Butir Soal Terlampir, Lampiran 2)
3.
Penilaian Pembelajaran Remedial
4. Pembelajaran
Pengayaan
G. Media, Alat, dan Sumber Pembelajaran
1.
Media
a.
Benda
atau gambar dan foto
b.
Benda
atau gambar alat ukur
2.
Alat/bahan
a.
Alat
|
Nama Alat/bahan
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
|
300
cc
|
3
buah
|
|
200
cc
|
1
ember
|
|
200
cc
|
1
ember
|
|
200
cc
|
1
ember
|
|
Thermometer
celcius
|
4
buah
|
F. Sumber Belajar
b. Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Buku
Guru Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. (Hal 1 - 47)[d1]
c.
Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. 2015. Ilmu Pengetahuan Alam SMP/MTs Kelas VII. Jakarta: Kementerian
Pendidikan dan Kebudayaan. (Hal 1-31).
LAMPIRAN 1:
LAMPIRAN 2
Lembar Kegiatan Siswa 1
A.
Topik/Sub Topik : Suhu
dan perubahannya
B.
Tujuan
Pengamatan :
Mengukur suhu benda
Membandingkan
pengukuran suhu secara kualitatif dan kuantitatif
C.
Alat
dan bahan :
|
Nama Alat/bahan
|
Spesifikasi
|
Jumlah
|
|
2. Gelas
|
300
cc
|
3
buah
|
|
2)
Air biasa
|
200
cc
|
1
gelas
|
|
3)
Air es
|
200
cc
|
1
gelas
|
|
4)
Air panas
|
200
cc
|
1
gelas
|
|
5)
thermometer
|
Thermometer
celcius
|
5
buah
|
D.
Langkah – langkah :
1.
Buatlah
kelompok dengan jumlah anggota 4 atau 5 siswa.
2.
Sediakan
3 (tiga) buah ember atau bejana yang masing–masing diisi air hangat, air biasa,
dan air es.
3. Letakkan
ketiga ember tersebut di lantai atau meja!
4. Celupkan tangan kananmu di ember berisi air
hangat dan tangan kirimu di ember yang berisi air es! Rasakan tingkat panas air
itu pada tanganmu!
5. Setelah beberapa saat, segera celupkan
kedua tanganmu ke ember yang berisi air biasa! Rasakan tingkat panas air itu
pada tanganmu!
6.
Ulangi Kegiatan diatas dengan
menggunakan Thermometer
7. Catat
data hasil pengamatan pada kolom yang tersedia pada LKS
Data
pengamatan
|
Bahan
|
Dengan
Tangan
|
Dengan
Termometer
|
|
Air
hangat
|
……………………………
|
……………………………
|
|
Air
biasa
|
……………………………
|
……………………………
|
|
Air
es
|
……………………………
|
……………………………
|
1. Bagaimanakah hasil pengindraan
terhadap air biasa oleh tangan kanan dan tangan kirimu?
……….………………………………………………………………………………………
……….………………………………………………………………………………………
2. Jika untuk
benda yang sama, ternyata tingkat panas yang dirasakan berbeda antara tangan kanan
dan tangan kirimu
……….………………………………………………………………………………………
……….………………………………………………………………………………………
3. Apakah
indra perasaanmu dapat diandalkan sebagai pengukur tingkat panas benda?
……….………………………………………………………………………………………
……….………………………………………………………………………………………
4
Bagaimanakah
perubahan skala pada termometer ketika dimasukkan ke dalam ketiga ember yang
berbeda?
……………………………….………………………………………………………………
……….………………………………………………………………………………………
F.
Kesimpulan :
Dengan memperhatikan hasil percobaan pada tabel , dapat disimpulkan
bahwa :
1.
Suhu
merupakan………………………………………………………………………………
2.
Pengukuran
suhu menggunakan alat………………………………………………………….
3.
Pengukuran
suhu secara kuantitatif (menggunakan alat) menunjukkan hasil yang lebih……………..
dibandingkan pengukuran secara kualitatif (tanpa alat ukur)………………………………..
[d1]Apakah buku guru ini juga menjadi sumber belajar
bagi siswa?
Saya setuju
buku guru dicantumkan bila yang dikehendaki dalam RPP adalah daftar referensi,
tetapi yang dikehendaki dalam RPP adalah sumber belajar. Menurut saya segala
sesuatu yang memuat pesan instruksional, baik buku, fakta maupun fenomena alam
maka dapat dikategorikan sebagai sumber belajar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar