Pada pembuatan indikator cair
bunga dicuci dengan air mengalir agar bersih juga dimaksudkan agar pigmen warna
bunga tidak ikut larut dalam air. Bunga yang sudah dicuci kemudian dipotong
kecil-kecil untuk memperluas permukaan bunga sehingga proses pelarutan bunga
lebih efektif. Semakin luas permukaan bunga maka semakin banyak pigmen warna
bunga yang larut pada proses pelarutan. Pada proses pemotongan bunga tidak
dicincang melainkan dipotong kecil-kecil. Setelah bunga dipotong selanjutnya
bunga dikeringkan dalam oven untuk mengurangi kadar air yang terkandung.
Pengovenan dilakukan pada suhu 50ºC selama 15 menit. Pada suhu tersebut, pigmen
bunga tidak berubah sehingga ketika dilarutkan akan menghasilkan warna yang
mudah diamati. Apabila pengeringan dilakukan pada suhu lebih besar dari 50ºC
maka warna bunga akan berubah karena karakteristik warna bunga awal hilang.
Bunga yang sudah kering dimasukkan dalam stoples dan ditambahkan alkohol 70%
sampai ± 0,5 cm di atas bunga lalu didiamkan semalam agar pigmen warna bunga
larut dalam alkohol. Alkohol 70% sebenarnya merupakan etanol, yang dipilih sebagai
pelarut selain dilihat dari sifat polarnya juga dilihat dari aspek ekonomisnya.
Etanol lebih mudah didapatkan dan harganya lebih murah dibandingkan dengan
jenis alkohol lainnya. Penggunaan pelarut untuk melarutkan bunga digunakan
secukupnya karena apabila berlebihan maka larutan yang dihasilkan akan menjadi
encer sehingga menyebabkan produk yang dihasilkan kurang baik. Setelah semalam,
larutan disaring untuk mendapatkan filtratnya yaitu ekstrak bunga. Ekstrak
bunga tersebut merupakan indikator cair. Kemudian indikator cair dituangkan
dalam stoples lain dan disimpan dalam kulkas sampai akan digunakan. Cara
penggunaan indikator cair yaitu meneteskan indikator tersebut pada larutan yang
akan diuji pHnya. Larutan akan memberikan perubahan warna yang kemudian
perubahan warna tersebut dicocokkan dengan warna pada trayek pH indikator
tersebut. Masing-masing warna pada trayek pH memiliki pH yang berbeda setiap
warnanya. Warna larutan yang sama dengan warna pada trayek pH menunjukkan bahwa
pH larutan sama dengan pH pada trayek pH indikator tersebut.
EFEK DAUN JATUH
Kamis, 26 Mei 2016
pembuatan indikator alami dari kunyit
·
Parut kunyit yang telah dibersihkan
·
Saring ekstrak kunyit dengan alkohol menggunakan kain ke dalam
mangkok kecil
·
Teteskan ekstrak kunyit ke dalam:
– Air
suling (netral)
– Larutan
cuka (asam)
– Air
kapur (basa)
·
Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa
dari kunyit, akan memberikan warna kuning tua ketika dilarutkan dalam
larutan asam, memberikan warna jingga di dalam larutan basa dan memberikan
warna kuning terang pada larutan netral.
indikator alami dari kol merah
Cara pembuatan indikator alami dari kol merah
·
Haluskan sejumlah kol merah yang masih segar
·
Rebus selama 10 menit
·
Biarkan air kol merah menjadi dingin
·
Saring dalam stoples besar
·
Teteskan ekstrak kol merah ke dalam:
– Air suling (netral)
– Larutan cuka (asam)
– Air kapur (basa)
·
Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari kol merah akan berubah warna menjadi
merah muda bila dicelupkan ke dalam larutan asam, menjadi hijau dalam larutan
basa, dan tidak berwarna pada larutan netral.
indikator alami dari bunga sepatu
Cara pembuatan indikator alami dari bunga sepatu
- Pilihlah beberapa helai mahkota bunga berwarna merah dari bunga sepatu.
- Gerus dalam lumpang dengan sedikit air.
- Saring ekstrak mahkota bunga merah tersebut.
- Teteskan ekstrak mahkota bunga ke dalam:
– Air suling (netral)
– Larutan cuka (asam)
– Air kapur (basa)
Catat hasil perubahan warna yang terjadi
Indikator asam-basa dari bunga sepatu, ketika didalam larutan asam akan memberikan warna merah,
di dalam larutan basa akan memberikan warna hijau dan pada larutan netral tidak berwarna.
Rabu, 25 Mei 2016
Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
Perubahan Fisika dan Perubahan Kimia
Kelas : VII
Kompetensi Inti : 3. Memahami pengetahuan (faktual,
konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan,
teknologi, seni, budaya terkait
fenomena dan kejadian tampak mata
Kompetensi Dasar : 3.5 Memahami karakteristik zat, serta
perubahan fisika dan kimia pada
zat yang dapat
dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari
Tujuan Percobaan
:
Siswa mampu membedakan perubahan fisika dan perubahan kimia
dengan benar setelah
melakukan percobaan sederhana.
Dasar
Teori
Materi adalah segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati
ruang. Materi dapat berubah menjadi materi yang lainnya baik secara fisika
maupun kimia. Perubahan fisika merupakan perubahan materi menjadi materi yang
lain tetapi tidak berubah susunannya secara kimia. Sedangkan perubahan kimia
adalah perubahan materi menjadi zat baru yang didak akan bisa dikembalikan
menjadi materi semula (secara stuktur kimia).
Perubahan materi secara fisika mencakup perubahan wujud zat
(membeku, mencair, menguap dan sebagainya), pelarutan dan lainnya. Sedangkan
perubahan kimia mencakup reaksi-reaksi kimia yang ditandai dengan pembentukan endapan, timbulnya gas,
perubahan warna, serta timbulnya bau.
Alat dan Bahan
Alat : 1. Botol bekas You-C 1000 4. Mortar
2.
Balon Karet 5. Termometer
3.
Sendok makan
Bahan : 1. Air 4. Cuka dapur
2.
Es batu 5. Cangkang telur
3.
Garam dapur 6. Soda kue
Prosedur
Percobaan
A.
Perubahan Fisika
1.
Masukkan sekitar 100 mL air ke
dalam gelas. Catat suhunya dan amati apa yang terjadi pada dinding luar gelas.
2.
Tambahkan 4 bongkahan kecil es
batu. Biarkan selama 5 menit. Catat suhunya dan amati apa yang terjadi pada
dinding luar gelas.
3. Tambahkan 6 bongkahan es batu
dan 3 sendok makan garam dapur. Aduk perlahan-lahan selama 10 menit. Catat
suhunya dan amati apa yang terjadi pada dinding luar gelas.
4. Catat hasil pengamatan pada lembar kegiatan.
B.
Perubahan Kimia
1.
Reaksi antara cangkang telur dengan cuka dapur
a.
Masukkan sekitar 25 mL cuka
dapur ke dalam botol bekas You-C 1000.
b.
Gerus cangkang telur menjadi
butiran/serpihan kecil .
c.
Masukkan setengah sendok makan
cangkang telur yang sudah dihaluskan ke dalam balon karet.
d.
Pasang balon karet ke mulut
botol.
e.
Jatuhkan cangkang telur dari
balon karet ke dalam larutan cuka dapur.
f.
Biarkan beberapa saat dan amati
apa yang terjadi.
g.
Catat hasil pengamatan pada
lembar kegiatan.
- Reaksi antara soda
kue dengan cuka dapur
a.
Masukkan sekitar 25 mL cuka
dapur ke dalam botol bekas You-C 1000.
b.
Masukkan setengah sendok makan
soda kue ke dalam balon karet.
c.
Pasang balon karet ke mulut
botol.
d.
Jatuhkan soda kue dari balon
karet ke dalam larutan cuka dapur.
e.
Biarkan beberapa saat dan amati
apa yang terjadi.
f.
Catat hasil pengamatan pada
lembar kegiatan.
Data Pengamatan
A.
Perubahan Fisika
|
|
Suhu
(oC)
|
Hasil
pengamatan
|
|
Air
|
|
|
|
Air + es batu
|
|
|
|
Air + es batu
+ garam dapur
|
|
|
B.
Perubahan Kimia
|
|
Hasil
Pengamatan
|
|
1.
Cangkang telur + cuka dapur
|
|
|
2.
Soda kue + cuka dapur
|
|
Pertanyaan
1.
Mengapa ketika garam dapur
ditambahkan ke air akan dapat membekukan titik-titik air di luar gelas?
2.
Perkirakan gas yang dihasilkan
ketika cuka dapur bereaksi dengan cangkang telur dan soda kue? Tuliskan reaksi
kimianya!
Kesimpulan
Percobaan tegangan permukaan
air
Tujuan : untuk mengetahui perubahan tegangan permukaan
yang terjadi pada air
Alat dan bahan :
1. Merica
2. Piring datar
3. Air
4. Sabun cream
5. Cotton bath
Prosedur kerja :
1. Masukkan sedikit air pada piring
2. Taburkan merica bubuk di atasnya secara merata
3. Ambil sabun cream dengan menggunakan cotton bath
4. Sentuhlah bagian tengah merica dengan cotton yang
telah diberi sabun cream
5. Amati apa yang terjadi pada merica
Pembahasan :
Kenapa bubuk merica yang awalnya merata setelah
disentuhkan cotton bath yang diberi sabun cream memisah?
Jawab :
Karena adanya perubahan tegangan permukaan air ketika
cotton bath yang sudah diberi sabun cream disentuhkan ke dalam air merica maka
tegangan permukaan air menurun sehingga air menyebar dan membawa bubuk merica
ke tepi piring
PERCOBAAN RESONANSI BUNYI DENGAN GELAS PIALA
1. PERCOBAAN RESONANSI
BUNYI DENGAN GELAS PIALA
Tujuan : untuk mengetahui resonansi suatu benda
Alat dan
bahan :
1. Gelas piala
2. Air
Prosedur
kerja :
1. Memasukkan air kedalam gelas
2. Masukkan jari kedalam gelas yang berisi air
3. Gosoklah bibir gelas dengan jari dengan gerakan
memutar dan perlahan
5.PERCOBAAN SEDOTAN YANG DITIUP
Tujuan :
mengetahui pengaruh panjang pendek penampang sedotan terhadap tinggi
rendahnya nada
Alat dan bahan :
1.
Gunting
2.
Sedotan
Prosedur kerja :
1. Potonglah ujung sedotan membentuk segitiga dengan 3
ukuran
2. Tiuplah masing – masing sedotan dan amati perbedaan
tinggi nadanya
Pembahasan :
Semakin pendek sedotan maka semakin tinggi nada yang
dihasilkan
6.PRINSIP SENAPAN
Tujuannya : untuk mengetahui kuatnya tekanan
Alat dan bahan :
1. Cotton bath
2. Sedotan
3. Gunting
Prosedur kerja :
1. Potonglah sedotan dengan 3 perbandingan pendek, sedang
dan panjang
2. Potonglah cotton bath sebesar lobang sedotan
3. Masukkan cotton bath yang telah dipotong kedalam
sedotan
4. Tiuplah sedotan dengan 3 ukuran yang berbeda
5. Bandingkan kuatnya tekanan pada cotton bath
Pembahasan :
Semakin panjang sedotan maka semakin jangkauan cotton bath semakin jauh karena
tekanan udara yang mendorong cotton bath semakin besar
Tujuan:
Menunjukkan
gaya tolak-menolak antara dua benda bermuatan listrik
Alat dan bahan:
a. Botol minuman plastik
b. Sedotan plastik
Prosedur:
a.
Menggosok
sedotan plastik dengan telapak tangan
b.
Meletakkan
sedotan plastik di atas tutup botol minuman, usahakan setimbang dan mudah
bergerak
c.
Mendekatkan
telapak tangan yang tadi digunakan untuk menggosok sedotan pada salah satu
ujung sedotan
d.
Menggerakkan
telapak tangan yang didekatkan pada ujung sedotan ke arah maju atau mundur
e.
Mengamati
sedotan plastik yang didekati telapak tangan yang tadi digunakan untuk
menggosok sedotan
Diskusi:
a.
Apa yang
terjadi pada sedotan plastik ketika telapak tangan yang tadi digunakan untuk
menggosok sedotan didekatkan pada salah satu ujungnya dan digerakkan maju atau
mundur?
Jawab : Sedotan plastic selalu mengikuti arah gerakan
tangan yang di dekatkan
b.
Mengapa hal
ini dapat terjadi?
Jawab :karena adanya perpindahan muatan listrik
Percobaan balon kosong dan balon yang telah ditiup dan diisi air
1.
Percobaan balon kosong dan balon yang telah ditiup dan
diisi air
Tujuan:
Menunjukkan kapasitas panas suatu zat atau bahan tertentu atau perpindahan panas
Alat dan bahan:
a. 6 buah Balon
b. Air
c. Korek api
d. lilin
Prosedur kerja
a.
Memasukkan
sedikit air ke 3 balon, meniup dan mengikatnya (pastikan udara tidak
keluar/balon tidak bocor)
b.
Meniup 3 balon yang
tidak diisi air dan mengikatnya sehingga udara tidak keluar dari dalam balon
c.
Menyalakan
lilin dengan korek api
d.
Mengambil
balon yang tidak diisi air dan sudah ditiup tadi kemudian mendekatkannya ke
atas api lilin yang menyala
e.
Mengamati
gejala yang terjadi ketika balon yang tidak diisi dengan air dan sudah ditiup
tadi didekatkan dengan api
f.
Mengambil
balon yang diisi dengan sedikit air dan sudah ditiup tadi kemudian
mendekatkannya ke atas api dari lilin yang menyala
g.
Mengamati
gejala yang terjadi ketika balon yang diisi dengan sedikit air dan sudah ditiup
tadi didekatkan dengan api
Diskusi:
a.
Apa yang
terjadi pada balon yang tidak diisi air dan sudah ditiup ketika di dekatkan
dengan nyala korek api?
Jawab :
balonnya langsung pecah
Mengapa demikian?
Jawab : karena panas yang diterima langsung dan suhu
menyebabkan udara pada balon memuai sehingga balon meledak
b.
Apa yang
terjadi pada balon yang diisi sedikit air dan sudah ditiup ketika di dekatkan
dengan nyala api korek api?
Jawab : Balon tidak pecah
Mengapa demikian?
Jawab : karena panas merambat ke air dan air bersifat
isolator
c.
Apa yang
dapat diungkapkan dari fenomena di atas?
Jawab : perpindahan panas dapat terjadi secara
langsung dan melalui zat perantara
Langganan:
Postingan (Atom)


